Chrisye, Musisi Kebanggaan Indonesia

Pasti tahu kan, almarhum Chrisye? Kalau tak terlalu familiar, lagu-lagu beliau pasti masih sering kita dengar di radio. Tak terhitung pula penyanyi yang pernah membawakan tembang hits si pelantun Cintaku dan Lilin-Lilin Kecil ini. Ya, sejak kecil hingga akhir hayat, musik memang melekat erat dengan dirinya.

Band Sekolah & Manggung di New York
Sejak kecil, Chrismansyah Rahadi alias Chrisye sudah menunjukkan minatnya pada musik. Pria kelahiran 16 September 1949 ini mengasah bakat bermusiknya secara otodidak. Di bangku SMP, ia dan teman-teman membentuk grup band. Membawakan lagu-lagu The Beatles, mereka tampil di berbagai acara sekolah. Kecintaan dan hobi bermusik Chrisye berlanjut hingga ke bangku kuliah, di mana ia bergabung dengan band Sabda Nada (yang kemudian menjadi Gipsy Band). Hebatnya, bersama band tersebut Chrisye sempat bermain di kota New York selama dua tahun. Saat, kembali ke Jakarta, band ini merilis album dan langsung menjadi idola remaja.

Berkarir Solo
Di tahun 1977, Radio Prambors meminta Chrisye untuk menyanyikan salah satu karya Lomba Cipta Lagu Remaja yang berjudul Lilin-Lilin Kecil. Nggak disangka, lagu yang tidak keluar sebagai pemenang tersebut justru meraih sukses besar. Tak lama setelahnya, Chrisye pun mengeluarkan album solo Badai Pasti Berlalu yang mendapat sambutan hebat. Bahkan karya ini juga disebut-sebut sebagai tonggak album pop Indonesia. Sepanjang tahun ’80-an dan ’90-an, karir Chrisye semakin bersinar. Ia pun makin produktif mengeluarkan berbagai rekaman hits. Termasuk lagu Hip Hip Hura, Anak Sekolah dan Kala Cinta Menggoda yang masih dikenang hingga saat ini.

Menjadi Legenda Musik
Meski sudah berkarya selama 3 dekade, namun Chrisye tetap digemari di setiap generasi. Lagu-lagu baru yang menjadi hits, kolaborasi dengan para musisi muda, serta berbagai award yang berhasil diraihnya, mengokohkan posisi Chrisye sebagai musisi kebanggaan Indonesia. Di sisi lain, walau namanya sangat besar, ia tetap rendah hati dan bersikap profesional. Seperti yang diungkapkan Project Pop, musisi yang pernah berkolaborasi dengannya. “Beliau sangat menghargai orang lain, tidak pernah merasa senior dan total dalam bekerja. Dulu di saat sakit dan harus syuting video klip, beliau tetap berusaha tampil maksimal agar tidak mengecewakan penggemar. Kita jadi banyak belajar dari beliau.”

Pada tahun 2007, Chrisye wafat akibat kanker paru-paru yang dideritanya. Di tahun 2009, Java Jazz mempersembahkan gelaran “A Tribute to Chrisye” untuk menghormati dirinya. He is a true legend

http://www.gadis.co.id/gaul/ngobrol/chrisye.musisi.kebanggaan.indonesia/001/007/598

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: