Tugas softskill “ETIKA BISNIS”

Nama : Ayu Kemala Sari

Npm   : 112 102 46 (4EA09)

 

ETIKA BISNIS

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama, yaitu sebagai batasan-batasan sosial, ekonomi, dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005)

Kasus perusahaan yang melanggar etika bisnis

Contoh kasus real yang melanggar etika bisnis terjadi pada industri makanan, misalnya pada salah satu kasus tentang bakso tikus. Bisa kita liat dari liputan investigasi salah satu stasiun TV yang menyatakan bahwa beberapa produsen bakso kuah keliling memproduksi baksonya dengan menggunakan daging tikus, bukan daging sapi asli loh.

Saat diwawancarai, alasan produsen membuat resep bakso yang seperti itu adalah untuk menekan biaya produksi dan bisa menjual baksonya dengan harga murah, karena faktanya pembeli lebih menyukai bakso yang murah dan banyak. Disisi lain dengan mencampurkan daging tikus pada bakso bisa membuat bakso kenyal mirip kaya bakso sapi asli dan bahkan lebih terasa gurih serta membuat pembeli ketagihan, dengan demikian pedagang akan punya banyak langganan. Meski mungkin terlihat menjijikkan, daging tikus bukanlah racun. Menurut dokter, daging tikus malah mengandung protein dan tidak berbahaya. Namun tetap saja produsen melanggar etika bisnis karena menipu konsumen dengan tak menyebut adanya kandungan daging tikus.

Buat seorang pedagang bakso kuah keliling, berdagang dengan jujur itu memang terasa sangat sulit, apalagi harus membuat bakso dengan daging sapi asli sangatlah tidak mungkin, mengingat harga daging sapi yang sangat mahal. Tidak jarang mereka juga menggunakan bahan pengenyal boraks bahkan bahan pengawet agar baksonya bisa bertahan lebih lama. Ini semua kembali hanya untuk mendapatkan kepentingan keuntungan semata.

Sangat miris melihat kasus diatas bukan ? So, seharusnya sebagai produsen, kita harus mementingkan kepuasan konsumen dalam berbagai aspek serta menganut prinsip-prinsip yang ada dalam etika bisnis terutama prinsip kejujuran. Bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil loh kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Produsen sebagai pelaku bisnis sebaiknya benar-benar bisa menjaga kualitas makanan (produksi) yang dihasilkannya. Kalau harga pokok dari bahan makanan terasa mahal, maka solusinya adalah dengan menaikan harga jual. Atau fatalnya produsen mau tidak mau harus mencari produk lain untuk dijual (apabila memang modal pas-pasan). Jangan sampai karena kepentingan produsen semata, keselamatan dan kenyamanan konsumen menjadi di nomerduakan. Waspadalah waspadalah!

Sekian~

http://ente.blogdetik.com/2012/05/28/mitos-daging-tikus-membuat-bakso-lebih-gurih/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: